Home » , » Skripsi PTK: Penerapan pendekatan quantum learning dengan model discovery learning Pada sub pokok bahasan persegi

Skripsi PTK: Penerapan pendekatan quantum learning dengan model discovery learning Pada sub pokok bahasan persegi

Written By Heruwono, S.Pd on Selasa, 25 Oktober 2011 | 03.25

ABSTRAK

Penerapan Pendekatan Quantum Learning Dengan Model Discovery Learning Pada Sub Pokok Bahasan Persegi Di SMP PGRI Mojosari Puger Tahun Pelajaran 2009/2010

Pendekatan Quantum Learning merupakan suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan dan model Discovery Learning adalah suatu model pembelajaran yang membimbing siswa untuk dapat membuat suatu kesimpulan dari data-data yang diperoleh ketika melakukan suatu penemuan. Dengan menggunakan pendekatan Quantum Learning dan model Discovery Learning siswa diharapkan dapat lebi aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui (1) hasil belajar siswa, (2) aktifitas siswa, (3) kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran, (4) respon siswa, dan (5) motivasi siswa terhadap Penerapan pendekatan Quantum Learning dengan model pembelajaran Discovery Learning pada sub pokok bahasan Segi Empat di Kelas VII A SMP PGRI Mojosari Puger tahun ajaran 2009/2010. Responden penelitian adalah siswa kelas VII A semester genap SMP PGRI Mojosari Puger . Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 19 – 26 Mei 2009. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode tes dan angket. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa persentase hasil analisis ketuntasan belajar siswa sebesar 100 % siswa tuntas dalam belajar. Dari pertemuan ke I sampai pertemuan ke II, persentase aktivitas guru mengalami peningkatan pada pertemuan ke II sebesar 3,4 % dan persentase aktivitas siswa juga mengalami peningkatan pada pertemuan ke II sebesar 22,2 %, dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa guru mampu menerapkan pembelajaran dengan lebih baik dan siswa menjadi lebih aktif. Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran berdasarkan Pendekatan Quantum Learning dengan model Discovery Learning adalah positif (lebih dari 80 %). Motivasi siswa terhadap kegiatan pembelajaran berdasarkan Pendekatan Quantum Learning dengan model Discovery Learning adalah baik (lebih dari 75%). Jadi kegiatan belajar dengan menggunakan pendekatan Quantum Learning dengan model pembelajaran Discovery Learning dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan kreatif.

Kata kunci : Pendekatan Quantum, Model Discovery


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Paradigma dalam paradigma baru tentang pembelajaran, siswa dituntut untuk mengkontruksi pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya sehingga bermakna bagi dirinya. Sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Piaget (Ruseffendi, 2006 : 133) bahwa pengetahuan dibangun dalam pikiran anak melalui proses asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah penyerapan informasi baru ke dalam pikiran, sedangkan akomodasi adalah penyusunan kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru. Artinya, siswa seharusnya membangun pemahaman sendiri tentang konsep atau struktur dari materi yang dipelajarinya, tidak diberitahukan langsung oleh guru. ..............(DAN SETRUSNYA)


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pendekatan Quantum Learning
Menurut Porter dan Hernacki (2001: 15) Quantum Learning adalah seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif di sekolah dan bisnis untuk semua tipe orang dan segala usia. Quantum Learning pertama kali digunakan di Supercamp. Di Supercamp ini menggabungkan rasa percaya diri, keterampilan belajar, dan keterampilan berkomunikasi dalam lingkungan yang menyenangkan. Quantum Learning didefinisikan sebagai interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Semua kehidupan adalah energi. Rumus yang terkenal dalam fisika kuantum adalah massa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan energi. Atau sudah biasa dikenal dengan E=mc². ..............(DAN SETRUSNYA)


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Peneltian
Penelitian tindakan kelas adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang “dicoba sambil jalan” dalam mendeteksi dan memecahkan masalah (Arikunto, 2002:82). Lebih lanjut Arikunto (2002:83) menegaskan bahwa penelitian tindakan harus dilaksanakan dalam bentuk siklus bukan hanya satu kali intervensi saja.
Aktifitas dalam penelitian ini menggunakan prosedur sebagai berikut:
1. Mewawancarai guru matematika kelas VII untuk mendapatkan data pendukung ..............(DAN SETRUSNYA)


http://skripsi.sebarin.com/3minuteThesis.gif

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Download



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. JEMBER Online Center - Online Media Terpercaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger